18 tahun 4 bulan 2 minggu yang lalu
saya dilahirkan ke dunia. Tepatnya tanggal 19 Mei 1997. Saya anak ke-2 dari 2
bersaudara. Nama saya Maya Nur Handayani. Saya lahir di Depok, tepatnya di RS
Bhakti Yudha. Saya tinggal di Perum. Bojong Depok Baru Jl. Melon blok DH-31, rt
03 rw 08, Gaperi, Bojonggede. Ibu saya bernama Emma Wahyuni Suwarni dan ayah
saya bernama Halid Rasidi. Ayah saya pernah berkata, bahwa nama saya punya
makna tersendiri. “Nur” yang artinya “Cahaya” sedangkan “Handayani” yang artinya
“Teladan”. Jadi, makna nama saya adalah anak yang bercahaya dan bisa menjadi
seorang anak yang teladan. Dan semoga saja dengan makna seperti itu saya bisa
menjadi anak yang teladan sesuai dengan apa yang diharapkan kedua orang tua
saya. Berbicara tentang orang tua, tidak akan ada habisnya untuk saya ungkapkan
disini. Menurut saya, orang tua itu adalah suatu anugerah terbesar yang pernah
Allah berikan untuk saya. Tak peduli bagaimana kekurangan yang ada pada diri
mereka. Di mata saya, mereka adalah sosok yang sangat sempurna melebihi apapun
di dunia ini.
Ayah adalah sosok pahlawan di hidup
saya. Beliau bekerja keras membanting tulang untuk menafkahi keluarganya
termasuk untuk mencukupi kebutuhan pendidikan saya dan kakak saya. Begitupun
dengan ibu saya, beliau adalah sosok malaikat untuk saya. Walaupun beliau hanya
seorang ibu rumah tangga tapi menurut saya itu adalah pekerjaan mulia. Beliau
telah mengandung 9 bulan dan melahirkan saya dalam keadaan sehat wal’afiat.
Semenjak kedatangan saya ke dunia ini, dua sosok inilah yang selalu hadir dan
tak pernah beranjak kemanapun saya pergi. Mereka selalu ada disamping saya,
entah itu dalam bentuk sosok diri mereka ataupun doa mereka. Saya yakin mereka
selalu mendoakan saya. Karena tanpa doa mereka saya bukan apa-apa sekarang.
Dan pada saat inilah saya merasa tidak
berguna. Sewaktu saya tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang saya inginkan,
itu adalah suatu kesedihan terbesar yang pernah saya rasakan. Karena saya
merasa saat itu juga saya telah membuat kedua orang tua saya kecewa. Saya
merasa ribuan keringat yang selama ini telah ayah keluarkan untuk saya hanya terbuang
dengan sia-sia. Saya juga merasa ribuan doa yang telah ibu saya panjatkan untuk
saya menjadi percuma. Saya yakin mereka sangat kecewa kepada saya. Tapi mereka
tidak menunjukkannya didepan saya. Mereka tetap mendukung saya untuk tetap
bangkit untuk terus melanjutkan di Perguruan Tinggi Swasta, karena tidak diterima
di Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir dari segalanya. Dan pada akhirnya,
saya didaftarkan di PTS yang telah saya pilih. Ya, Universitas Gunadarma. Dari
sinilah saya menilai PTS tidak seburuk yang saya bayangkan selama ini. Disini
saya bertemu banyak teman-teman baru yang seru dan bisa membuat saya nyaman
serta bertemu dengan para dosen yang memang sudah sangat ahli dalam membimbing
dan mengajarkan materi untuk para mahasiswanya. Saya bersyukur telah menjadi
mahasiswa dan menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Gunadarma.
Dulu, saya pernah bercita-cita ingin
menjadi dokter hewan. Karena kecintaan saya terhadap hewan dan sangat
mengkhawatirkannya apabila hewan tersebut sedang sakit. Namun, karena pendidikan
saya berlatar belakang IPS maka saya mengurungkan niat saya untuk menjadi
dokter hewan. Semenjak duduk dibangku SMA, saya mulai tertarik dengan dunia Psikologi.
Berawal dari kesukaan saya mendengarkan berbagai cerita dari banyak orang, saya
ingin lebih memahami karakter mereka masing-masing lebih dalam lagi. Dan karena
itulah saya memilih jurusan Psikologi di Universitas Gunadarma. Tetapi inti dari
semuanya, cita-cita saya hanya 1 yaitu ingin membanggakan dan membahagiakan
kedua orang tua saya kelak. Karena memang itulah tujuan hidup saya.
Berbicara soal kesukaan, dilihat
dari segi kesukaan saya terhadap hewan yaitu saya sangat menyukai kucing,
hamster, ular, biawak, dll. Tapi dibandingkan dengan semua hewan yang saya sukai,
saya lebih menyukai kucing. Karena kucing termasuk hewan yang sangat penurut
dan setia dengan majikannya. Namun, orang tua saya tidak mengizinkan untuk
memeliharanya dirumah karena akan membutuhkan biaya yang lebih untuk
merawatnya. Dan sebagai gantinya, saya hanya boleh memelihara hamster dirumah
karena tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk merawatnya.
Dilihat dari kesukaan saya terhadap
warna, pada umumnya saya menyukai semua warna namun saya lebih menyukai warna
soft atau lembut dan warna netral, seperti biru, abu-abu, dan hitam. Saya
sangat menyukai makanan pedas, karena merasa ada yang kurang kalau belum makan
makanan yang berbau pedas dan karena saya juga keturunan orang Sunda yang mayoritas
masyarakatnya menyukai makanan pedas.
Kegemaran saya itu membaca novel jika
ada waktu senggang, mendengarkan musik, menyanyi, dan makan. Aliran novel yang
saya sukai adalah aliran romantis. Saya tidak suka dengan novel yang beraliran
horor karena pada dasarnya saya memang penakut dari kecil. Aliran musik yang
saya sukai adalah Pop. Penyanyi asal luar negeri favorit saya adalah Boyz II
Men. Karena suara penyanyinya sangat indah dan lagu yang dinyanyikannya juga
sangat menyentuh hati. Seperti lagu The Power Of Love, Doin’ Just Fine, I’ll
Make Love To You, One Sweet Day, dll. Penyanyi asal Indonesia yang saya sukai
adalah Glenn Fredly. Menurut saya, beliau adalah penyanyi asal Indonesia yang
memiliki suara emas, beliau sangat menghayati lagunya setiap ia tampil. Lagu Glenn
Fredly favorit saya adalah Kisah Romantis, Kisah Yang Salah, Terserah, Sedih
Yang Tak Berujung, dll. Dan kegemaran saya yang terakhir adalah makan. Ya,
makan memang hobi saya, entah itu makan makanan berat atau sekedar makan
makanan cemilan. Tapi saya lebih sering makan makanan kecil, seperti chiki, biskuit,
dll. Dan bersyukurnya, berat badan saya tetap stabil walaupun banyak makan.
Pandangan hidup saya kedepannya
adalah saya ingin menjadi anak yang selalu berbakti dengan kedua orang tua
saya, berbakti dengan guru-guru saya, berbakti kepada semua orang yang telah
berjasa dalam hidup saya dan saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa mereka
yang telah mendidik, membimbing, dan mengajarkan saya dari saya kecil sampai
saat ini. Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membanggakan orang-orang yang
telah berjasa dalam hidup saya terutama kedua orang tua saya. Semoga saya bisa
membuat bangga dan membuat mereka bahagia, yaitu bisa menaikkan haji orang tua
ke tanah suci Mekkah. Amiin Ya Rabbal Alamin.
Kata-kata mutiara saya “Bahagia
adalah milik mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri.”