Senin, 23 November 2015

WHO I AM?



 18 tahun 4 bulan 2 minggu yang lalu saya dilahirkan ke dunia. Tepatnya tanggal 19 Mei 1997. Saya anak ke-2 dari 2 bersaudara. Nama saya Maya Nur Handayani. Saya lahir di Depok, tepatnya di RS Bhakti Yudha. Saya tinggal di Perum. Bojong Depok Baru Jl. Melon blok DH-31, rt 03 rw 08, Gaperi, Bojonggede. Ibu saya bernama Emma Wahyuni Suwarni dan ayah saya bernama Halid Rasidi. Ayah saya pernah berkata, bahwa nama saya punya makna tersendiri. “Nur” yang artinya “Cahaya” sedangkan “Handayani” yang artinya “Teladan”. Jadi, makna nama saya adalah anak yang bercahaya dan bisa menjadi seorang anak yang teladan. Dan semoga saja dengan makna seperti itu saya bisa menjadi anak yang teladan sesuai dengan apa yang diharapkan kedua orang tua saya. Berbicara tentang orang tua, tidak akan ada habisnya untuk saya ungkapkan disini. Menurut saya, orang tua itu adalah suatu anugerah terbesar yang pernah Allah berikan untuk saya. Tak peduli bagaimana kekurangan yang ada pada diri mereka. Di mata saya, mereka adalah sosok yang sangat sempurna melebihi apapun di dunia ini.
Ayah adalah sosok pahlawan di hidup saya. Beliau bekerja keras membanting tulang untuk menafkahi keluarganya termasuk untuk mencukupi kebutuhan pendidikan saya dan kakak saya. Begitupun dengan ibu saya, beliau adalah sosok malaikat untuk saya. Walaupun beliau hanya seorang ibu rumah tangga tapi menurut saya itu adalah pekerjaan mulia. Beliau telah mengandung 9 bulan dan melahirkan saya dalam keadaan sehat wal’afiat. Semenjak kedatangan saya ke dunia ini, dua sosok inilah yang selalu hadir dan tak pernah beranjak kemanapun saya pergi. Mereka selalu ada disamping saya, entah itu dalam bentuk sosok diri mereka ataupun doa mereka. Saya yakin mereka selalu mendoakan saya. Karena tanpa doa mereka saya bukan apa-apa sekarang.
Dan pada saat inilah saya merasa tidak berguna. Sewaktu saya tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang saya inginkan, itu adalah suatu kesedihan terbesar yang pernah saya rasakan. Karena saya merasa saat itu juga saya telah membuat kedua orang tua saya kecewa. Saya merasa ribuan keringat yang selama ini telah ayah keluarkan untuk saya hanya terbuang dengan sia-sia. Saya juga merasa ribuan doa yang telah ibu saya panjatkan untuk saya menjadi percuma. Saya yakin mereka sangat kecewa kepada saya. Tapi mereka tidak menunjukkannya didepan saya. Mereka tetap mendukung saya untuk tetap bangkit untuk terus melanjutkan di Perguruan Tinggi Swasta, karena tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir dari segalanya. Dan pada akhirnya, saya didaftarkan di PTS yang telah saya pilih. Ya, Universitas Gunadarma. Dari sinilah saya menilai PTS tidak seburuk yang saya bayangkan selama ini. Disini saya bertemu banyak teman-teman baru yang seru dan bisa membuat saya nyaman serta bertemu dengan para dosen yang memang sudah sangat ahli dalam membimbing dan mengajarkan materi untuk para mahasiswanya. Saya bersyukur telah menjadi mahasiswa dan menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Gunadarma.
Dulu, saya pernah bercita-cita ingin menjadi dokter hewan. Karena kecintaan saya terhadap hewan dan sangat mengkhawatirkannya apabila hewan tersebut sedang sakit. Namun, karena pendidikan saya berlatar belakang IPS maka saya mengurungkan niat saya untuk menjadi dokter hewan. Semenjak duduk dibangku SMA, saya mulai tertarik dengan dunia Psikologi. Berawal dari kesukaan saya mendengarkan berbagai cerita dari banyak orang, saya ingin lebih memahami karakter mereka masing-masing lebih dalam lagi. Dan karena itulah saya memilih jurusan Psikologi di Universitas Gunadarma. Tetapi inti dari semuanya, cita-cita saya hanya 1 yaitu ingin membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya kelak. Karena memang itulah tujuan hidup saya.
Berbicara soal kesukaan, dilihat dari segi kesukaan saya terhadap hewan yaitu saya sangat menyukai kucing, hamster, ular, biawak, dll. Tapi dibandingkan dengan semua hewan yang saya sukai, saya lebih menyukai kucing. Karena kucing termasuk hewan yang sangat penurut dan setia dengan majikannya. Namun, orang tua saya tidak mengizinkan untuk memeliharanya dirumah karena akan membutuhkan biaya yang lebih untuk merawatnya. Dan sebagai gantinya, saya hanya boleh memelihara hamster dirumah karena tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk merawatnya.
Dilihat dari kesukaan saya terhadap warna, pada umumnya saya menyukai semua warna namun saya lebih menyukai warna soft atau lembut dan warna netral, seperti biru, abu-abu, dan hitam. Saya sangat menyukai makanan pedas, karena merasa ada yang kurang kalau belum makan makanan yang berbau pedas dan karena saya juga keturunan orang Sunda yang mayoritas masyarakatnya menyukai makanan pedas.
Kegemaran saya itu membaca novel jika ada waktu senggang, mendengarkan musik, menyanyi, dan makan. Aliran novel yang saya sukai adalah aliran romantis. Saya tidak suka dengan novel yang beraliran horor karena pada dasarnya saya memang penakut dari kecil. Aliran musik yang saya sukai adalah Pop. Penyanyi asal luar negeri favorit saya adalah Boyz II Men. Karena suara penyanyinya sangat indah dan lagu yang dinyanyikannya juga sangat menyentuh hati. Seperti lagu The Power Of Love, Doin’ Just Fine, I’ll Make Love To You, One Sweet Day, dll. Penyanyi asal Indonesia yang saya sukai adalah Glenn Fredly. Menurut saya, beliau adalah penyanyi asal Indonesia yang memiliki suara emas, beliau sangat menghayati lagunya setiap ia tampil. Lagu Glenn Fredly favorit saya adalah Kisah Romantis, Kisah Yang Salah, Terserah, Sedih Yang Tak Berujung, dll. Dan kegemaran saya yang terakhir adalah makan. Ya, makan memang hobi saya, entah itu makan makanan berat atau sekedar makan makanan cemilan. Tapi saya lebih sering makan makanan kecil, seperti chiki, biskuit, dll. Dan bersyukurnya, berat badan saya tetap stabil walaupun banyak makan.
Pandangan hidup saya kedepannya adalah saya ingin menjadi anak yang selalu berbakti dengan kedua orang tua saya, berbakti dengan guru-guru saya, berbakti kepada semua orang yang telah berjasa dalam hidup saya dan saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa mereka yang telah mendidik, membimbing, dan mengajarkan saya dari saya kecil sampai saat ini. Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membanggakan orang-orang yang telah berjasa dalam hidup saya terutama kedua orang tua saya. Semoga saya bisa membuat bangga dan membuat mereka bahagia, yaitu bisa menaikkan haji orang tua ke tanah suci Mekkah. Amiin Ya Rabbal Alamin.
Kata-kata mutiara saya “Bahagia adalah milik mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar